Pengaruh Penggunaan Video pada Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang Anemia

Main Article Content

Nofi Nurwidyaningsih
Dhesi Ari Astuti

Abstract

Anemia pada remaja adalah kondisi anemia yang paling sering disebabkan oleh kekurangan nutrisi yang diperlukan untuk pembentukan hemoglobin, seperti zat besi (Fe), vitamin C, dan tembaga. Salah satu faktor penyebab anemia adalah tingkat pengetahuan, karena memengaruhi persepsi atau perilaku individu. Gambaran pengetahuan remaja putri tentang anemia pada siswa kelas X menunjukkan bahwa 64,3% tidak mengetahui tentang anemia. Upaya pemberian pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan remaja, sesuai dengan hasil penelitian. Penggunaan media video dalam penelitian ini memudahkan remaja untuk mendapatkan informasi tentang anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media video terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMP Negeri 1 Godean. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif pra-eksperimental dengan pendekatan cross-sectional dalam desain one group pretest-posttest. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling dengan jumlah 22 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan media video. Setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media video, tingkat pengetahuan remaja meningkat menjadi 22 responden dalam kategori baik (100%). Hasil uji Wilcoxon sebelum (pretest) dan setelah (posttest) terkait pendidikan kesehatan menggunakan media video diperoleh nilai z= -4,111 dan p-value= 0,000 (< 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan remaja tentang anemia setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media video. Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media video terhadap pengetahuan remaja tentang anemia. Dengan meningkatnya pengetahuan responden tentang anemia, diharapkan responden dapat menerapkan metode pencegahan anemia sehingga anemia tidak terjadi pada remaja putri.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Nurwidyaningsih, N., & Astuti, D. A. (2025). Pengaruh Penggunaan Video pada Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang Anemia. Buletin Ilmu Kebidanan Dan Keperawatan, 4(01), 25–33. https://doi.org/10.56741/bikk.v4i01.695
Section
Articles
Author Biographies

Nofi Nurwidyaningsih, Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

adalah mahasiswa program sarjana di Program Studi Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Ia memiliki minat dalam bidang kesehatan ibu dan anak, serta peningkatan kualitas pelayanan kebidanan. Aktif dalam berbagai kegiatan akademik dan organisasi yang mendukung pengembangan keterampilan profesionalnya. Ia berkomitmen untuk mengaplikasikan ilmu kebidanan secara holistik, dengan pendekatan yang berpusat pada pasien dan berbasis bukti ilmiah. (email: nofinurwidya@gmail.com).

Dhesi Ari Astuti, Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

adalah peneliti dan dosen senior di Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Indonesia. Dengan komitmen yang kuat dalam memajukan bidang kebidanan, ia aktif melakukan penelitian dan memberikan kontribusi dalam jurnal-jurnal terkemuka. Karyanya mencakup pengembangan pendidikan dan peningkatan layanan kesehatan, dengan fokus pada kesehatan ibu dan anak. Melalui penelitian dan pengajarannya, ia bertekad untuk meningkatkan pengetahuan serta praktik dalam pendidikan kebidanan. (email: dhesi@unisayogya.ac.id).

Received 2024-08-08
Accepted 2025-03-05
Published 2025-03-08

Plaudit

References

Putri, A. (2022). Faktor risiko anemia pada remaja putri: Studi kasus di wilayah perkotaan. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 13(2), 45-52.

World Health Organization [WHO]. (2011). Haemoglobin concentrations for the diagnosis of anaemia and assessment of severity. WHO. https://www.who.int/vmnis/indicators/haemoglobin.pdf

Kassebaum, N. J., Jasrasaria, R., Naghavi, M., Wulf, S. K., Johns, N., Lozano, R., Regan, M., Weatherall, D., Chou, D. P., Eisele, T. P., Flaxman, S. R., Pullan, R. L., Brooker, S. J., & Murray, C. J. L. (2014). A systematic analysis of global anemia burden from 1990 to 2010. Blood, 123(5), 615-624. DOI: https://doi.org/10.1182/blood-2013-06-508325

Gunawan, I. M. A. (2020). Prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia: Tinjauan literatur. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 17(1), 12-18.

Balarajan, Y., Ramakrishnan, U., Özaltin, E., Shankar, A. H., & Subramanian, S. V. (2011). Anaemia in low-income and middle-income countries. The Lancet, 378(9809), 2123-2135. DOI: https://doi.org/10.1016/S0140-6736(10)62304-5

Vidayati, N., Sari, D. P., & Utami, R. (2020). Prevalensi anemia defisiensi besi pada wanita di negara berkembang. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 17(2), 89-95.

Kemenkes RI. (2018). Laporan Riskesdas 2018: Prevalensi anemia di Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Dinkes DIY. (2020). Laporan tahunan kesehatan remaja DIY tahun 2018. Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lestari, D., & Aulia, R. (2020). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja putri tentang anemia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 45-52.

Fulatul, S. (2020). Faktor-faktor yang memengaruhi pengetahuan remaja putri tentang anemia. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(3), 123-130.

Sartika, R., & Qomariah, S. N. (2020). Faktor risiko anemia pada remaja putri: Studi kasus di wilayah perkotaan dan pedesaan. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 11(3), 123-130.

Tetti, R., Siregar, Y., & Lubis, Z. (2020). Efektivitas pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan praktik pencegahan anemia pada remaja putri. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(1), 56-63.

Yasira, N., & Auliya, S. (2021). Penggunaan media video dalam pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang anemia. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 8(2), 89-97.

Lestari, S. (2020). Peran bidan dalam penanganan anemia pada remaja putri. Jurnal Kebidanan Indonesia, 12(2), 89-97.

Pristiwanti, D., Badariah, B., Hidayat, S., & Dewi, S. R. (2022). Pengertian Pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(6).

Kemenkes RI. (2020). Pedoman pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dan wanita usia subur. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Permatasari, D., & Suprayitno, E. (2021). Pendidikan Kesehatan Reproduksi pada Remaja. Jurnal Empathy, 1–5. DOI: https://doi.org/10.37341/jurnalempathy.v2i1.46

Syarbaini, Y. I. (2023). Upaya meningkatkan hasil belajar ipa materi materi rantai makanan menggunakan media video pembelajaran dengan aplikasi whatsapp group pada siswa kelas VI SD Negeri 47 Parit Panjang Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam semester 2 tahun pelajaran 2020-2021. Jurnal Ilmiah Pendidikan Visioner (JIPV), 4(1), 64-70.

Anidar, J. (2017). Teori belajar menurut aliran kognitif serta implikasinya dalam pembelajaran. Jurnal Al-Taujih: Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami, 3(2), 8-16. DOI: https://doi.org/10.15548/atj.v3i2.528

Sulistyowati, A., Putra, K. W. R., & Umami, R. (2017). Hubungan antara usia dan tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang perawatan payudara selama hamil di Poli Kandungan RSU Jasem, Sidoarjo. Nurse and Health: Jurnal Keperawatan, 6(2), 40-43. DOI: https://doi.org/10.36720/nhjk.v6i2.25

Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice-Hall.

Fadhilah, N., Sari, D. P., & Utami, R. (2022). Pengaruh media video edukasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang anemia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 45-52.

Paivio, A. (1986). Mental representations: A dual coding approach. Oxford University Press.

Rosenstock, I. M. (1974). The Health Belief Model and preventive health behavior. Health Education Monographs, 2(4), 354-386. DOI: https://doi.org/10.1177/109019817400200405

Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2015). Health behavior: Theory, research, and practice (5th ed.). Jossey-Bass.

Most read articles by the same author(s)