Literature Review: Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita

Main Article Content

Novie Rusliani
Wuri Ratna Hidayani
Hariyani Sulistyoningsih

Abstract

Stunting (kerdil) adalah kondisi balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Pada tahun 2010 terjadi sedikit penurunan stunting menjadi 35,6%. Namun prevalensi stunting kembali meningkat pada tahun 2013, yaitu menjadi 37,2%. Menurut Kemenkes RI 2018, hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2015 prevalensi stunting di Indonesia adalah 29%. Angka ini mengalami penurunan pada tahun 2016 menjadi 27,5%, namun kembali meningkat menjadi 29,6% pada tahun 2017. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini merupakan penelitian sekunder dengan desain Literature Review dengan melakukan pencarian di Google Scholar melalui tahapan pemilihan sesuai kriteria inklusi sehingga mendapatkan 7 jurnal dari 7 jurnal yang berbeda yang berkaitan dengan topik pembahasan. Dari 7 jurnal yang didapat, terdapat variabel yang berhubungan yaitu BBLR, asi eksklusif, kelompok usia, tinggi badan ibu, CTPS, imunisasi dasar tidak lengkap, jenis kelamin, IMD, waktu pertama pemberian mp-asi yang terlalu dini, tingkat kecukupan zat besi dan seng, tingkat pendidikan ibu, pendapatan keluarga, pelaksanaan kadarzi dan phbs. Variabel yang tidak berhubungan yaitu : Jumlah anggota rumah tangga, asupan energi, asupan protein, status pekerjaan ibu. Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Puskesmas dan Posyandu memberikan sarana dan prasarana yang dibutuhkan serta memberikan makanan tambahan untuk anak balita serta memberikan penyuluhan tentang pentingnya status gizi dan pemberian asupan zat gizi pada anak balita. Ibu/keluarga harus melakukan pemantauan peetumbuhan dan perkembangan pada balita secara rutin ke posyandu dan memberikan asupan nutrisi yang baik untuk balita agar tidak terjadi stunting.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Rusliani, N., Hidayani, W. R., & Sulistyoningsih, H. (2022). Literature Review: Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita. Buletin Ilmu Kebidanan Dan Keperawatan, 1(01), 32–40. https://doi.org/10.56741/bikk.v1i01.39
Section
Articles
Author Biographies

Novie Rusliani, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati Tasikmalaya, Indonesia

Novie Rusliani who was born in Pematang Kolim, 22 on Agustus 22, 1997 . She is a student of the Public Health Study Program, Respati College of Health Sciences. She won an award Village Development Grant Program (PHBD) "Modeling Stunting Responsive Villages Through Community Empowerment in Cikunir Village, Singaparna District, Tasikmalaya Regency in 2019 (email: novierusliani97@gmail.com).

Wuri Ratna Hidayani, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati Tasikmalaya, Indonesia

Wuri Ratna Hidayani is a lecturer of the Public Health Study Program, Respati College of Health Sciences. She is also the author of 23 poetry anthologies of short stories and 15 books consisting of textbooks, monographs, reference books and book chapters. The author is also a Reviewer at the International Pharmaceutical Research Journal and a Reviewer at the Widyaiswara Scientific Journal. She is active in national and international journal publications and participates in national and international seminars. She is the Editor of the Journal of Public Health Sciences at iistr.org (email: wuri.ratnahidayani@gmail.com).

Hariyani Sulistyoningsih, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati, Tasikmalaya, Indonesia

Hariyani Sulistyoningsih lecturer of the Public Health Study Program, Respati College of Health Sciences. She is Reviewer at the Widyaiswara Scientific Journal. She is active in national and international journal publications and participates in national and international seminars. (email: hariyani5677@gmail.com).

Plaudit

References

Pusat Data Dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. 2018. Situasi balita pendek (stunting) di Indonesia.

Prayoga, D. 2018. Masalah Gizi Tanggung Jawab Siapa?. http://kesmas-id.com/masalah-gizi-tanggung-jawab-siapa/. 27 Mei 2020 (13:00)

Setiawan, E., Machmud, R., dan Masrul. 2018. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018. Kesehatan Andalas 7 (2).

Indonesia baik.id. 2019. Bersama Perangi Stunting. Cetakan 1. Direktorat Jenderal Informasi Dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi Dan Informatika. Jakarta.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. 2019. Peta Balita Stunting Hasil BPB Di Provinsi Jawa Barat Tahun 2019.

Supriyanto, Y., Paramashanti, BA., dan Astiti, D. 2017. Berat Badan Lahir Rendah Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-23 Bulan. Jurnal Gizi Dan Dietik Indonesia 5 (1). 23-30.

Fitri. (2012). Berat Lahir Sebagai Faktor Dominan Terjadinya Stunting Pada Balita (12-59 Bulan) Di Sumatra (Analisis Data Riskesdas 2010). Thesis. Universitas Indonesia : Depok.

Nasrul., Hafid, M., Thaha, RA., dan Suriah. 2015. Faktor Risiko Stunting Usia 6- 23 Bulan Di Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto. Jurnal MKMI. 139-146.

Aridiyah, FO., Rohmawati, N., dan Ririanty, M. 2015. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Anak Balita Di Wilayah Pedesaan Dan Perkotaan (The Factor Effecting Stunting On Toddlers In Rural And Urban Areas). Pustaka Kesehatan 3 (1).

Sinaga, EL., Lubis, R., Siregar, Y., dan Irianti, E. 2019. Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Penurunan Stunting Pada Anak Usia 6-23 Bulan Di Desa Sosor Lontung, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi Tahun 2019.

Apriluana, G., dan Fikawati, S. 2018. Analisis Faktor-Faktor Risiko Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita (0-59 Bulan) Di Negara Berkembang Dan Asia Tenggara. Media Litbangkes 28 (4). 247-256.

Hidayat, AN., dan Ismawati. 2019. Faktor-Faktor Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kramatwatu Kabupaten Serang. BIMTAS 3 (1).

Khasanah, DP., Hadi, H., dan Paramashanti, BA. 2016. Waktu Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Berhubungan Dengan Kejadia Stunting Anak Usia 6-23 Bulan Di Kecamatan Sedayu. Jurnal Gizi Dan Dietik Indonesia 4 (2). 105-111.

Apriani, L. 2018. Hubungan Karakteristik Ibu Pelaksanaan Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Stunting (Studi Kasus Pada Baduta 6-23 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Pucang Sawit Kota Surakarta). Jurnal Kesehatan Masyarakat 6 (4).

Astari, LD. 2008. Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Stunting Balita Usia 6-12 Bulan di Kabupaten Bogor. Tesis. Institut Pertanian Bogor : Bogor.

Margawati, A., dan Astuti, AM. 2018. Pengetahuan Ibu, Pola Makan Dan Status Gizi Pada Anak Stunting Usia 1-5 Tahun Di Kelurahan Bangetayu Kecamatan Genuk Semarang. Gizi Kesehatan 6 (2).