Afirmasi Positif pada Klien dengan Ketidakberdayaan di Palembang Studi Kasus di Palembang
Main Article Content
Abstract
Ketidakberdayaan dapat terjadi pada orang yang menderita penyakit terminal dan dapat menimbulkan masalah fisik dan gangguan psikologis yang dapat mempengaruhi kondisi pasien. Masalah ketidakberdayaan i harus ditangani dengan baik karena jika tidak ditangani dapat berkembang menjadi risiko bunuh diri dan keputusasaan.Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian latihan afirmasi positif pada klien dengan ketidakberdayaan di Rumah Singgah Muratara Palembang. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif case study research (CSR) atau studi kasus dengan satu responden yang mengalami masalah ketidakberdayaan. Intervensi dilakukan selama 7 hari dan pengambilan data menggunakan observasi, wawancara dan instrumen LHS. Hasil : Berdasarkan hasil intervensi yang diberikan didapatkan bahwa skor ketidakberdayaan pada klien sebelum dilakukan intervensi latihan afirmasi positif yaitu 56 dan setelah dilakukan intervensi mengalami penurunan skor ketidaberdayaan yaitu 20. Kesimpulan : Latihan afirmasi positif mempunyai pengaruh terhadap penurunan tingkat ketidakberdayaan pada klien dengan ketidakberdayaan di Rumah Singgah Muratara Palembang karena afirmasi positif membantu klien untuk meningkatkan harga diri serta membebaskan diri dari pikiran negatif sehingga harapan hidup klien untuk menjadi lebih baik semakin meningkat.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Accepted 2022-09-29
Published 2022-09-29
Plaudit
References
J. A. Pardede, “Konsep Ketidakberdayaan,” 2020. doi: 10.31219/osf.io/hd3g6.
N. Jannah and Y. S. E. Putri, “Penerapan Teknik Berpikir Positif dan Afirmasi Positif Pada Klien ketidakberdayaan dengan Gagal Jantung Kongestif,” Jurnal Keperawatan Jiwa, vol. 3, no. 2, pp. 114–123, 2015.
W. Kusumastuti, I. Iftayani, and E. Noviyanti, “Efektivitas Afirmasi Positif Dan Stabilisasi Dzikir Vibrasi Sebagai Media Terapi Psikologis Untuk Mengatasi Kecemasan Pada Komunitas Pasien Hemodialisa,” TARBIYATUNA, vol. 8, no. 2, pp. 123–131, 2017.
D. Niawati and R. Supradewi, “Pengaruh Terapi Kelompok Berbasis Afirmasi Diri Untuk Menurunkan Tingkat Stres Dan Afek Negatif Pada Pasien Kanker,” Proyeksi, vol. 12, no. 1, pp. 45–56, 2017.
F. Wijaya and D. A. Rahayu, “Positive Affirmation on Coping Mechanism of Chronic Renal Failure Patients,” Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, vol. 2, no. 1, pp. 7–12, 2019.
Guslinda, N. Fridalni, V. S. Sapardi, and A. Minropa, “KETIDAKBERDAYAAN AKIBAT KDRT DAN CARA MENGATASINYA DENGAN TEKHNIK AFIRMASI,” Jurnal Abdimas Saintika, vol. 2, no. 1, 2019.
I. M. Agustin, B. A. Keliat, and Mustikasari, “Penerapan Tindakan Keperawatan: Terapi Generalis terhadap Ketidakberdayaan pada Lansia,” Jurnal Ners, vol. 10, no. 2, pp. 217–221, 2015.
W. T. Utari, “Hubungan Dukungan Keluarga dengan Ketidakberdayaan pada Pasien Gagal ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa di RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo,” Universitas Ngudi Waluyo, 2019.
T. Ummah, I. Y. Wardani, and G. Hargiana, “Asuhan Keperawatan Psikososial: Ketidakberdayaan Pada Klien Dengan Gagal Jantung,” Jurnal Keperawatan, vol. 10, no. 2, pp. 138–142, 2018.
Sukesih and E. M. Rosa, “Pengaruh Afirmasi Positif Terhadap Penuruan Nyeri Pada Pasien Post Operasi BPH,” Indonesia Jurnal Perawat, vol. 2, no. I, pp. 30–34, 2017.
I. M. Agustin and S. Handayani, “Case Report: Afirmasi Positif Pada Harga Diri Rendah Situasional Pasien Fraktur Femur,” Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, vol. 13, no. 2, pp. 94–98, 2017, doi: 10.26753/jikk.v13i2.215.
S. Niman, B. A. Keliat, and Mustikasari, “Efek Logoterapi dan Psikoedukasi Keluarga terhadap Ketidakberdayaan Klien Penyakit Kronis di Rumah Sakit Umum,” Jurnal Keperawatan Jiwa, vol. 2, no. 2, pp. 118–128, 2014.
A. Ramadia, B. A. Keliat, and I. Y. Wardani, “Al-Asalmiya Nursing,” Al-Asalmiya Nursing, vol. 8, no. 1, pp. 17–23, 2019.
S. Muniroh and I. Y. Wardani, “Afirmasi Positif Sebagai Intervensi Ketidakberdayaan Pada Masalah Kesehatan Perkotaansystemic Lupus Erythematosus,” Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, vol. 1, no. 2, pp. 62–68, 2018.
R. S. Yusuf and I. Y. Wardani, “Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Ketidakberdayaan Pada Klien Diabetes Melitus Tipe Ii Di Ruang Antasena Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor,” Jurnal Keperawatan Jiwa, vol. 3, no. 2, pp. 145–153, 2015.