DeepSeek dan ChatGPT: Mana yang Lebih Baik untuk Penyusunan Proposal Riset?

Main Article Content

Dwi Sulisworo
Muhammad Kristiawan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan dua platform kecerdasan buatan (AI), yaitu DeepSeek dan ChatGPT, dalam mendukung penyusunan proposal penelitian, khususnya pada topik gamifikasi untuk meningkatkan kesadaran siswa sekolah dasar tentang kemiskinan. Kedua AI tersebut diuji dengan menggunakan prompt yang sama, dan analisis dilakukan berdasarkan aspek persamaan, perbedaan, serta potensi pemanfaatannya dalam konteks penelitian akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DeepSeek dan ChatGPT sama-sama mampu memberikan ide penelitian dalam tingkat yang umum, namun kerincian rencana penelitian dapat ditingkatkan melalui pemberian prompt lanjutan. DeepSeek menonjol dalam hal jumlah kata yang lebih banyak dan struktur yang lebih lengkap, sementara ChatGPT memiliki keunggulan pada fitur edit/explain yang memudahkan pengguna untuk menggali informasi lebih dalam. Fitur ini tidak tersedia pada DeepSeek, sehingga pengguna harus mengandalkan prompt lanjutan untuk memperoleh detail yang lebih mendalam. Meskipun demikian, fitur edit/explain pada ChatGPT memberikan kemudahan dalam proses cepat penyusunan proposal penelitian yang lengkap. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemilihan AI harus disesuaikan dengan kebutuhan dan pengalaman pengguna. DeepSeek cocok untuk pengguna yang memprioritaskan struktur dan kerincian, sementara ChatGPT lebih sesuai bagi mereka yang membutuhkan fleksibilitas dan kemudahan dalam menggali informasi secara mendalam.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Sulisworo, D., & Kristiawan, M. (2025). DeepSeek dan ChatGPT: Mana yang Lebih Baik untuk Penyusunan Proposal Riset?. Bincang Sains Dan Teknologi, 4(01), 18–25. https://doi.org/10.56741/bst.v4i01.865
Section
Articles
Author Biographies

Dwi Sulisworo, Universitas Ahmad Dahlan

adalah dosen di Program Doktor Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia. Ia tertarik untuk mempelajari strategi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Ia memiliki banyak publikasi di berbagai jurnal bereputasi. (email: dwi.sulisworo@uad.ac.id). 

Muhammad Kristiawan, Universitas Bengkulu

adalah Associate Professor di Departemen Administrasi Pendidikan, Universitas Bengkulu, Indonesia. Ia memiliki latar belakang akademik yang kuat di bidang Administrasi Pendidikan dengan gelar doktor dari Universitas Negeri Padang. Sebelumnya, ia memperoleh gelar magister dari Universitas Muhammadiyah Surakarta dan gelar sarjana dalam Pengajaran Bahasa Inggris dari STAIN Salatiga. Sebagai akademisi dan peneliti, ia memiliki H-Index Scopus (11), dan H-Index Web of Science (3) menunjukkan kontribusi ilmiahnya yang luas dalam dunia pendidikan. (email: muhammadkristiawan@unib.ac.id). 

Received 2025-02-17
Accepted 2025-03-12
Published 2025-03-12

Plaudit

References

Brynjolfsson, E., & McAfee, A. (2014). The Second Machine Age: Work, Progress, and Prosperity in a Time of Brilliant Technologies. W.W. Norton & Company.

Makridakis, S. (2017). The forthcoming Artificial Intelligence (AI) revolution: Its impact on society and firms. Futures, 90, 46-60. DOI: https://doi.org/10.1016/j.futures.2017.03.006

Davenport, T. H., & Ronanki, R. (2018). Artificial intelligence for the real world. Harvard Business Review, 96(1), 108-116.

Russell, S., & Norvig, P. (2020). Artificial Intelligence: A Modern Approach. Pearson. DOI: https://doi.org/10.1093/oso/9780190905033.003.0012

Dwivedi, Y. K., et al. (2021). Artificial Intelligence (AI): Multidisciplinary perspectives on emerging challenges, opportunities, and agenda for research, practice and policy. International Journal of Information Management, 57, 101994. DOI: https://doi.org/10.1016/j.ijinfomgt.2019.08.002

Agrawal, A., Gans, J., & Goldfarb, A. (2018). Prediction Machines: The Simple Economics of Artificial Intelligence. Harvard Business Review Press.

Floridi, L., et al. (2018). AI4People—An ethical framework for a good AI society: Opportunities, risks, principles, and recommendations. Minds and Machines, 28(4), 689-707. DOI: https://doi.org/10.1007/s11023-018-9482-5

Stahl, B. C., Schroeder, D., & Rodrigues, R. (2023). Ethics of artificial intelligence: Case studies and options for addressing ethical challenges (p. 116). Springer Nature. DOI: https://doi.org/10.1007/978-3-031-17040-9

Mondillo, G., Colosimo, S., Perrotta, A., Frattolillo, V., & Masino, M. (2025). Comparative Evaluation of Advanced AI Reasoning Models in Pediatric Clinical Decision Support: ChatGPT O1 vs. DeepSeek-R1. medRxiv, 2025-01. DOI: https://doi.org/10.1101/2025.01.27.25321169

Jiang, Q., Gao, Z., & Karniadakis, G. E. (2025). DeepSeek vs. ChatGPT: A Comparative Study for Scientific Computing and Scientific Machine Learning Tasks. arXiv preprint arXiv:2502.17764. DOI: https://doi.org/10.1016/j.taml.2025.100583

Rahman, A., Mahir, S. H., Tashrif, M. T. A., Aishi, A. A., Karim, M. A., Kundu, D., ... & Eidmum, M. D. (2025). Comparative Analysis Based on DeepSeek, ChatGPT, and Google Gemini: Features, Techniques, Performance, Future Prospects. arXiv preprint arXiv:2503.04783.

Albuhairy, M. M., & Algaraady, J. (2025). DeepSeek vs. ChatGPT: Comparative efficacy in reasoning for adults' second language acquisition analysis. Majalat Al-Ulum Al-Tarbawiyyah wa Al-Dirasat Al-Insaniyah (HESJ). DOI: https://doi.org/10.31235/osf.io/fapmc_v1

Kotsis, K. T. (2025). ChatGPT and DeepSeek Evaluate One Another for Science Education. EIKI Journal of Effective Teaching Methods, 3(1). DOI: https://doi.org/10.59652/jetm.v3i1.439

Mahyoob, M., & Al-Garaady, J. (2025). DeepSeek vs. ChatGPT: Comparative Efficacy in Reasoning for Adults’ Second Language Acquisition Analysis. ChatGPT: Comparative Efficacy in Reasoning for Adults’ Second Language Acquisition Analysis (February 02, 2025).

Most read articles by the same author(s)