Faktor Risiko Kesehatan pada Anak Sekolah Dasar

Main Article Content

Nisa Budianti
Wuri Ratna Hidayani

Abstract

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar bahwa 10 besar faktor risiko anak usia sekolah pada usia 10-14 tahun antara lain kurang konsumsi sayur dan buah sebesar 93,6%, tidak menggosok gigi setelah makan pagi sebesar 87,5 %, konsumsi makanan berpenyedap 75,7 %, tidak menggosok gigi sebelum tidur malam sebesar 71,3%, kurang aktivitas fisisk sebesar 66,9%, konsumsi makanan manis sebesar 63,1 %, perilaku BAB tidak benar sebesar 32,8%, konsumsi makanan asin sebesar 24,4%, dan pernah merokok sebesar 0,9%. Kajian ini betujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko kesehatan pada anak sekolah di SD N Cikadongdong Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2018. Penelitian ini adalah penelitian observasional kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak SD N Cikadongdong tahun ajaran 2017/2018. Sampel penelitian ini adalah anak SD N Cikadongdong kelas 3 sampai dengan kelas 6 dengan teknik pengambilan sampling secara simple random sampling berjumlah 50 anak SD. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Dari hasil kajian diketahui bahwa perilaku pada anak SD N Cikadongdong secara umum sudah baik. Faktor risiko kesehatan pada anak SD N Cikadongdong paling tinggi adalah tidak menggunakan masker pada saat batuk atau pilek (60%), sedangkan paling rendah adalah BAK di sembarang tempat/tidak di toilet (4%). 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Budianti, N., & Hidayani, W. R. (2022). Faktor Risiko Kesehatan pada Anak Sekolah Dasar. Buletin Ilmu Kebidanan Dan Keperawatan, 1(01), 41–46. https://doi.org/10.56741/bikk.v1i01.40
Section
Articles
Author Biographies

Nisa Budianti, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati, Tasikmalaya, Indonesia

Nisa Budianti lahir di Tasikmalaya pada tanggal 04 September 1998 . Ia adalah mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati. Dia memiliki pengalaman sebagai tim enumerator dalam studi Identifikasi Bahaya Lingkungan Kerja pada Pengrajin Tenun Bambu di Desa Jayamukti, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2020 (email: nbudianti04@gmail.com).

Wuri Ratna Hidayani, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati, Tasikmalaya, Indonesia

Wuri Ratna Hidayani adalah dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati. Dia juga telah menulis 23 antologi puisi cerita pendek dan 15 buku yang terdiri dari buku teks, monograf, buku referensi dan bab buku. Selain itu, dia  juga menjadi Reviewer di International Pharmaceutical Research Journal dan Reviewer di Widyaiswara Scientific Journal. Beliau aktif dalam publikasi jurnal nasional dan internasional dan berpartisipasi dalam seminar nasional dan internasional. Dia adalah Editor Journal of Public Health Sciences di iistr.org (email: wuri.ratnahidayani@gmail.com).

Plaudit

References

Kemenkes RI. (2015). Profil Kesehatan Indonesia 2015. Kemenkes RI. Jakarta

Depkes RI. (2008). Pusat Promosi Kesehatan, Pedoman Pengelolaan Promosi Kesehatan Dalam Pencapaian PHBS. Jakarta.

Riskesdas. (2013). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)Indonesia. Jakarta.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. (2012). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2012. Jawa Barat.

Prasetyo, Y.B. (2013). Pelaksanaan Program Usaha Kesehatan Sekolah Dalam Upaya Meningkatkan Derajat Kesehatan Pada Anak Usia Sekolah Dasar di Lombok Timur. Jurnal Kedokteran Yarsi, 22(2), 102-113.

Limbu, R., Mochny, I. S., Sulistyowati, M., & Sulistyowati, M. (2012). Analisis Pelaksanaan Tiga Program Pokok Usaha Kesehatan Sekolah (TRIAS UKS) Tingkat Sekolah Dasar Kecamatan Blimbing Kota Malang. The Indonesian Journal of Public Health, 9(1), 51-66.

Ramadhani, E. Z. (2007). Super Health Gaya Hidup Sehat Rasulullah. Pro-U Media. Yogyakarta.

Zubaidah, S., Ismanto, B., & Sulasmono, B. S. (2017). Evaluasi program sekolah sehat di Sekolah Dasar Negeri. Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan, 4(1), 72-82.

Dharmadhikari, A. S., Mphahlele, M., Stoltz, A., Venter, K., Mathebula, R., Masotla, T., ... & Nardell, E. A. (2012). Surgical face masks worn by patients with multidrug-resistant tuberculosis: impact on infectivity of air on a hospital ward. American journal of respiratory and critical care medicine, 185(10), 1104-1109.

Lai, A. C. K., Poon, C. K. M., & Cheung, A. C. T. (2012). Effectiveness of facemasks to reduce exposure hazards for airborne infections among general populations. Journal of the Royal Society Interface, 9(70), 938-948.

MacIntyre, C. R., Chughtai, A. A., Rahman, B., Peng, Y., Zhang, Y., Seale, H., ... & Wang, Q. (2017). The efficacy of medical masks and respirators against respiratory infection in healthcare workers. Influenza and other respiratory viruses, 11(6), 511-517.

Offeddu, V., Yung, C. F., Low, M. S. F., & Tam, C. C. (2017). Effectiveness of masks and respirators against respiratory infections in healthcare workers: a systematic review and meta-analysis. Clinical Infectious Diseases, 65(11), 1934-1942.