Experiment Science sebagai Pengganti Tontonan Televisi
DOI:
https://doi.org/10.56741/jgi.v1i01.14
Keywords:
Eksperimen Sains, Minat Belajar, Tontonan Televisi
Abstract
Di Rumah Belajar Indonesia Kreatif ditemukan banyak anak-anak di sana yang tidak dapat merasakan bangku sekolah. Program ini bertujuan untuk mengurangi dampak anak-anak menonton acara televisi yang kurang baik. Dalam konsep experiment science experience di Rumah Belajar Indonesia Kreatif adalah dengan membuat video animasi dalam bentuk 2D yang telah di-upload di YouTube. Pada pembuatan video animasi menggunakan aplikasi Kinemaster, komputer dan hard disk. Pembuatan video animasi eksperimen untuk pelaksanaan pengabdian ini terdapat 10 judul yang telah diunggah ke YouTube, sehingga siswa dapat mengaksesnya secara daring di rumah masing-masing. Video animasi eksperimen dibuat dengan tampilan menarik dan disertai penjelasan ilmiah dan teoritis. Sehingga peserta didik mendapatkan penjelasan konsep. Dengan adanya video animasi eksperimen diperoleh dari data angket yang diberikan pada siswa sebelum pelaksaan pengabdian diperoleh 78% siswa suka menonton televisi dan 22% menyukai eksperimen sains. Setelah dilaksanakan pengabdian ini terjadi perubahan 85% anak menyukai eksperimen fisika dan 25% anak menyukai menonton televisi.
Downloads
References
Trisiah, A. (2019). Dampak Tayangan Televisi pada Pola Komunikasi Anak. Jurnal Inovasi, 13(1), 34-45.
Asminah, D. R. (2010). Pembelajaran fisika dengan metode inkuiri terbimbing dan inkuiri training ditinjau dari kemampuan awal dan aktivitas siswa (Doctoral dissertation, UNS (Sebelas Maret University)).
Rati, N. W., & Dewi, D. A. K. (2017). Optimalisasi penggunaan metode eksperimen dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. International Journal of Elementary Education, 1(1), 47-51.
Subekti, Y., & Ariswan, A. (2016). Pembelajaran fisika dengan metode eksperimen untuk meningkatkan hasil belajar kognitif dan keterampilan proses sains. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 2(2), 252-261.
Okyranida, Y. (2021). Komik Interaktif Sains Bilingual sebagai Sarana Kreatif Belajar Bahasa dan Sains di Yayasan Kampus Diakoneia Modern Bekasi. Jurnal SOLMA, 10(02), 370-377.
Permanasari, A. (2016). STEM education: Inovasi dalam pembelajaran sains. In Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) (Vol. 3, pp. 23-34).
Widiyasanti, M., & Ayriza, Y. (2018). Pengembangan media video animasi untuk meningkatkan motivasi belajar dan karakter tanggung jawab siswa kelas V. Jurnal Pendidikan Karakter, 9(1), 1-16.
Rahayu, E., Susanto, H., & Yulianti, D. (2011). Pembelajaran sains dengan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kreatif siswa. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 7(2), 106-110.
Noviyanto, T. S. H., Juanengsih, N., & Rosyidatun, E. S. (2015). Penggunaan media video animasi sistem pernapasan manusia untuk meningkatkan hasil belajar biologi. Edusains, 7(1), 57-63.
Anwar, H. (2009). Penilaian sikap llmiah dalam pembelajaran sains. Jurnal Pelangi Ilmu, 2(5), 103-114.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Yunita Sapta Rachmah, Putri Roja Syahfitri, Yulika Rahmawati, Monica Merry Febriyana, Indica Yona Okyranida

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





