Filosofi Sistem Kekerabatan Matrilineal Sebagai Warisan Budaya Minangkabau
DOI:
https://doi.org/10.56741/jgi.v4i02.1008
Keywords:
Kekerabatan, Kitabullah, Matrilineal, Minangkabau, Warisan Budaya
Abstract
Sistem kekerabatan matrilineal merupakan ciri khas budaya masyarakat Minangkabau yang menjadikannya unik di antara sistem kekerabatan lainnya di Indonesia. Dalam sistem ini, garis keturunan ditarik dari pihak ibu, di mana perempuan memegang peranan sentral dalam pewarisan harta pusaka dan identitas sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji filosofi yang mendasari sistem kekerabatan matrilineal Minangkabau sebagai warisan budaya yang sarat makna dan nilai-nilai kehidupan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan studi pustaka, kajian ini menemukan bahwa sistem tersebut tidak sekadar sebagai struktur sosial, tetapi juga mencerminkan keseimbangan peran gender, tanggung jawab kolektif dalam keluarga, serta keterikatan kuat antara adat dan agama melalui prinsip “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.” Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, filosofi ini tetap relevan sebagai dasar penguatan identitas budaya dan pembangunan karakter sosial masyarakat. Oleh karena itu, pemahaman dan pelestarian terhadap filosofi sistem kekerabatan matrilineal Minangkabau sangat penting untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai luhur budaya bangsa.
Downloads
References
S. Sanyata, Teori dan praktik pendekatan konseling feminis. Yogyakarta: UNY Press, 2017.
Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta, 2009.
P. R. Sandy, Women at the Center: Life in a Modern Matriarchy. Ithaca, NY: Cornell University Press, 2002.
A. A. Navis, Alam Terkembang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau. Jakarta: PT Grafiti Pers, 1984.
T. Abdullah, Adat dan Islam: Studi Tentang Konflik Minangkabau. Jakarta: Rajawali Press, 1974.
N. I. Idrus, Mencari Pencerahan: Dinamika Perempuan Minangkabau. Padang: Pusat Studi Wanita Universitas Andalas, 2008.
M. Amir, “Eksistensi Rumah Gadang dan Transformasi Nilai Budaya Minangkabau,” Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, vol. 3, no. 1, pp. 78–92, 2010.
M. Nasroen, Dasar Falsafah Adat Minangkabau. Jakarta: Balai Pustaka, 1957.
T. Kato, Matriliny and Migration: Evolving Minangkabau Traditions in Indonesia. Ithaca, NY: Cornell Modern Indonesia Project, 1990.
M. Riza, “Dinamika Peran Perempuan dalam Sistem Matrilineal Minangkabau,” Jurnal Antropologi Indonesia, vol. 38, no. 1, pp. 45–62, 2017.
M. Taufik, Modernisasi dan Erosi Sistem Matrilineal di Sumatera Barat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2021.
Syamsir, “Islam dan Kekerabatan Matrilineal di Minangkabau,” Jurnal Sosiologi Reflektif, vol. 7, no. 2, pp. 123–138, 2013.
M. S. Amir, Adat Minangkabau dan Perkembangannya. Jakarta: Sinar Harapan, 2011.
R. Amran, Sumatera Barat hingga Plakat Panjang. Padang: CV Angkasa Raya, 2005.
E. Blackwood, Webs of Power: Women, Kin, and Community in a Sumatran Village. Lanham: Rowman & Littlefield, 2000. DOI: https://doi.org/10.5771/9781461646891
A. A. Navis, Alam Terkembang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau. Jakarta: PT Grafiti Pers, 1984.
J. De Jong and M. Radjab, Pengetahuan Adat Alam Minangkabau. Djakarta: Balai Pustaka, 1960.
J. Hadler, Sengketa Tiada Putus: Matrilinealitas dan Konflik Agama di Minangkabau. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2008.
M. Fadli, Peran Mamak dalam Keluarga Matrilineal Minangkabau. Padang: Pusat Studi Budaya Minangkabau, Universitas Andalas, 2017.
L. Yuliani, “Perubahan Struktur Sosial Masyarakat Minangkabau,” Jurnal Sosial Humaniora, vol. 10, no. 2, pp. 77–90, 2020. DOI: https://doi.org/10.52496/rasi.v2i2.68
Maryelliwati, Perempuan dan Kekerabatan Matrilineal Minangkabau. Padang: Pusat Studi Minangkabau, Universitas Andalas, 1995.
M. Safwan, Bundo Kanduang: Posisi Perempuan dalam Tradisi Minangkabau. Padang: LKAAM, 2001.
T. Kato, Adat Minangkabau dan Merantau dalam Perspektif Sejarah. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2005.
C. Dobbin, Islamic Revivalism in a Changing Peasant Economy: Central Sumatra, 1784–1847. Singapore: Asian Studies Association of Australia & Allen & Unwin, 1987.
R. Djamal, Islam dan Adat Minangkabau: Suatu Studi tentang Konflik Nilai. Padang: Pusat Studi Islam dan Minangkabau, IAIN Imam Bonjol, 1994.
T. Rahayu, Perempuan dalam Adat dan Islam: Studi atas Kepemilikan Harta Pusaka dalam Masyarakat Minangkabau. Padang: Pusat Studi Wanita, Universitas Andalas, 2010.
J. Burhanuddin, Islam dan Adat Minangkabau: Studi tentang Pola Integrasi Islam dan Adat. Jakarta: INIS, 1991.
M. Munir, “Sistem Kekerabatan dalam Kebudayaan Minangkabau: Perspektif Aliran Filsafat Strukturalisme Jean Claude Levi-strauss,” Jurnal Filsafat, vol. 25, no. 1, Feb. 2015. DOI: https://doi.org/10.22146/jf.12612
J. Naldo, Analisis Sosiologis Perubahan Pola Pembagian Warisan Sebagai Modal Usaha Pada Masyarakat Minang di Kota Medan dan Kota Padang. Medan: Merdeka Kreasi Group, 2022.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sri Agustina, Lisna Sandora, Nabila, Kayyisa Hanifa, Alif Nabil Mubarok

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





