Implementasi Layanan Malaria Terintegrasi Kesehatan Ibu dan Anak Kajian Awal di Kabupaten Sumba Barat Daya

Main Article Content

Dewa Ayu Putu Mariana Kencanawati
Wanto Padju

Abstract

Malaria pada kelompok ibu hamil dan balita memberikan dampak yang buruk bagi kelangsungan kesehatan ibu dan anak, untuk itu pemerintah mengeluarkan program layanan malaria terintegrasi KIA sebagai upaya pencegahan malaria pada kelompok beresiko yang tinggal di wilayah endemis malaria. Kabupaten Sumba Barat Daya merupakan salah satu kabupaten di Indonesia dengan endemisitas malaria yang tinggi. Tujuan studi ini untuk mendapatkan gambaran dan menjelaskan implementasi layanan malaria terintegrasi KIA di Kabupaten Sumba Barat Daya. Metode yang digunakan adalah studi eksplorasi secara kualitatif dengan informan kunci dari tiga level yaitu tingkat Dinas Kesehatan, Puskesmas dan Desa melalui Juru Malaria Desa. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan layanan terintegrasi di kabupaten belum memiliki aturan turunan dari pedoman yang dikeluarkan oleh pusat. Selain itu,  pelaksanaan program ini masih belum berkolaborasi dengan baik antara pengelola malaria dengan bidan sebagai penanggungjawab program KIA. Beberpa perbaikan dalam pengelolaan perlu dilakukan untuk mencapai keberhasilan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Kencanawati, D. A. P. M., & Padju, W. (2023). Implementasi Layanan Malaria Terintegrasi Kesehatan Ibu dan Anak: Kajian Awal di Kabupaten Sumba Barat Daya. Buletin Ilmu Kebidanan Dan Keperawatan, 2(02), 91–99. https://doi.org/10.56741/bikk.v2i02.367
Section
Articles
Author Biographies

Dewa Ayu Putu Mariana Kencanawati, Universitas Indonesia

adalah tenaga pengajar di Poltekkes Kemenkes Kupang, Jurusan Kebidanan. Ibu Ayu merupakan lulusan D-4 Kebidanan dan Magister Promosi Kesehatan (Kespro dan HIV.AIDS). Beliau fokus kajian pada bidang kebidanan komunitas. Beliau memiliki minat pada pemberdayaan pada masyarakat, keluarga dan ibu, selain sosial budaya terkait promosi kesehatan ataupun peningkatan kesehatan ibu dan anak. (email: ayuwati94@gmail.com).

Wanto Padju, Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang

adalah tenaga pengajar pada Jurusan Keperawatan prodi D-3 Keperawatan Waikabubak Poltekkes Kemenkes Kupang. Beliau merupakan tenaga perawat yang telah menyelesaikan pendidikan profesi dan Magister Keperawatan. Saat ini beliau fokus pada bidang keperawatan, caring dan penyakit menular. (email: wanto.padju@gmail.com).

Received 2023-06-11
Accepted 2023-06-25
Published 2023-06-25

Plaudit

References

Prudhomme O’Meara, W., Platt, A., Naanyu, V., Cole, D., & Ndege, S. (2013). Spatial autocorrelation in uptake of antenatal care and relationship to individual, household and village-level factors: results from a community-based survey of pregnant women in six districts in western Kenya. International journal of health geographics, 12, 1-12. https://link.springer.com/article/10.1186/1476-072X-12-55

World Health Organization. (2022). World malaria report 2022. World Health Organization.

Takem, E. N., & D’Alessandro, U. (2013). Malaria in pregnancy. Mediterranean journal of hematology and infectious diseases, 5(1), e2013010. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/pmc3552837/

World Health Organization. (2015). Global technical strategy for malaria 2016-2030. World Health Organization. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=LV40DgAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1&dq=malaria+in+preganancy+prevention+programme+community&ots=kfsiBXAxzk&sig=knkkhLsMDHO8wmc6AcUvq0y7AT4

Lagerberg, R. E. (2008). Malaria in pregnancy: a literature review. Journal of Midwifery & Women's Health, 53(3), 209-215. doi: http://10.1016/j.jmwh.2008.02.012.

Purohit, B., & Mahapatra, A. (2009). Review on high burden of malaria during pregnancy: need of social science intervention. Studies on Ethno-Medicine, 3(1), 33-38.

Kencanawati, D. A. P. M., Namangdjabar, O. L., Mirong, I. D., Batbual, B., Sebasastianus, Y., & Martha, E. (2022). A systematic scoping review of innovation on malaria prevention programs in pregnancy during pandemic. International Journal of Health Sciences, 6(1), 8627-8641.

Kemenkes, R. I. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Sardjono, T. W., Fitri, L. E., Mayashinta, D. K., Mardhiyyah, K., Dewi, I. R., Nugraha, R. Y. B., ... & Cahayani, W. A. (2019). Kupas Bahas Ringkas tentang Malaria. Universitas Brawijaya Press.

Karundeng, N. J. O., Kep, M., Mardona, Y., & KM, M. (2021). Konsep Dan Intervensi Malaria Home Care Nursing (HCN) & Short Message Service (SMS). Deepublish.

Dinas Kesehatan. (2019). Profil Kesehatan Nusa Tenggara Timur. Propinsi NTT.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya. (2021). Situasi Malaria di Pulau Sumba. Kabupaten Sumba Barat Daya.

Badan Pusat Statistik. (2021). BPS-Statistics of Sumba Barat Daya Regency, Sumba Barat Daya Regency In Figures 2021, 4(2).

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. (2019). Pedoman Pelayanan Terpadu Ibu Hamil dan Balita (Dalam Pengendalian Malaria Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2019.

Kementerian Kesehatan. (2014). Brief Overview: Situasi Malaria di Indonesia dan Beban pada Ibu Hamil dan Anak. Report.

Dinas Kesehatan Sumba Barat Daya. (2021). Laporan data Malaria.

World Health Organization. (2022). WHO guidelines for malaria, 3 June 2022 (No. WHO/UCN/GMP/2022.01 Rev. 2). World Health Organization.