Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Stunting Studi Kasus pada Puskesmas di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Main Article Content
Abstract
Gizi merupakan faktor yang sangat penting dalam pertumbuhan anak. Kesehatan dan kecerdasan anak sangat terkait dengan gizi yang diterima. Jika anak mengalami defisiensi gizi, ia akan lebih rentan terkena infeksi. Pola makan yang tidak baik pada balita juga dapat mengganggu pertumbuhan, menyebabkan tubuh kurus, gizi buruk, dan bahkan stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di Puskesmas Pajangan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis statistik univariat, desain cross sectional, dan sampel total sebanyak 83 balita stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian stunting pada balita memiliki kaitan yang kuat dengan faktor pendidikan orang tua yang rendah, riwayat BBLR yang beresiko, pendapatan orang tua yang rendah, dan pola pemberian makan yang tidak tepat. Namun, tinggi badan ibu yang kategori tidak beresiko dan pemberian ASI eksklusif yang tidak diberikan juga memiliki kaitan yang cukup besar dengan kejadian stunting pada balita.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Accepted 2023-01-28
Published 2023-01-28
Plaudit
References
Winowatan, G., Malonda, N. S., & Punuh, M. I. (2017). Hubungan antara berat badan lahir anak dengan kejadian stunting pada anak batita di wilayah kerja puskesmas sonder kabupaten Minahasa. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 6(3), 1-8.
Unicef, & WHO, W. (2020). Levels and trends in child malnutrition: key findings of the 2019 Edition of the Joint Child Malnutrition Estimates. Geneva: World Health Organization.
Satriani, S., & Yuniastuti, A. (2020). Faktor Risiko Stunting pada Balita (Studi Perbedaan antara Dataran Rendah dan Dataran Tinggi). Jurnal Dunia Gizi, 3(1), 32-41.
Miko, A., & Al-Rahmad, A. H. (2017). Hubungan berat dan tinggi badan orang tua dengan status gizi balita di Kabupaten Aceh Besar. Gizi Indonesia, 40(1), 21-34.
Pemerintah Kabupaten Bantul. (2022). Rembug Stunting 2022, Bantul Optimis Angka Stunting Terus Turun. Diakses dari https://bantulkab.go.id/berita/detail/5191.html.
Syafrina, M., Masrul, M., & Firdawati, F. (2019). Analisis komitmen pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam mengatasi masalah stunting berdasarkan nutrition commitment index 2018. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(2), 233-244.
Nisa, L. S. (2018). Kebijakan penanggulangan stunting di Indonesia. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 13(2), 173-179.
Saputri, R. A. (2019). Upaya pemerintah daerah dalam penanggulangan stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jdp (Jurnal Dinamika Pemerintahan), 2(2), 152-168.
Rosha, B. C., Sari, K., SP, I. Y., Amaliah, N., & Utami, N. H. (2016). Peran intervensi gizi spesifik dan sensitif dalam perbaikan masalah gizi balita di Kota Bogor. Buletin Penelitian Kesehatan, 44(2), 127-138.
Nurmalasari, Y., Anggunan, A., & Febriany, T. W. (2020). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dan Pendapatan Keluarga dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-59 Bulan. Jurnal Kebidanan, 6(2), 205-211.
Yuliana, W., ST, S., Keb, M., & Hakim, B. N. (2019). Darurat stunting dengan melibatkan keluarga. Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia.
Hati, F. S., & Lestari, P. (2016). Pengaruh pemberian stimulasi pada perkembangan anak usia 12-36 bulan di Kecamatan Sedayu, Bantul. JNKI (Jurnal Ners Dan Kebidanan Indonesia)(Indonesian Journal of Nursing and Midwifery), 4(1), 44-48.
Setiawan, E., Machmud, R., & Masrul, M. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota padang Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(2), 275-284.
Ariani, M. (2020). Determinan Penyebab Kejadian Stunting Pada Balita: Tinjauan Literatur. Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan, 11(1), 172-186.
Hapsari, W., Ichsan, B., & Med, M. (2018). Hubungan pendapatan keluarga, pengetahuan Ibu tentang gizi, tinggi badan orang tua, dan tingkat pendidikan ayah dengan kejadian stunting pada anak umur 12-59 bulan (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Siringoringo, E. T., Syauqy, A., Panunggal, B., Purwanti, R., & Widyastuti, N. (2020). Karakteristik Keluarga Dan Tingkat Kecukupan Asupan Zat Gizi Sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Baduta. Journal of Nutrition College, 9(1), 54-62.
Rosadi, D., Rahayuh, A., Yulidasari, F., Putri, A. O., & Rahman, F. (2016). Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pendek pada anak usia 6-24 bulan. KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(2), 233-240.
Ratu, N. C., Punuh, M. I., & Malonda, N. S. (2018). Hubungan tinggi badan orangtua dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di kecamatan Ratahan kabupaten Minahasa Tenggara. KESMAS, 7(4), 1-8.
Ramlah, U. (2021). Gangguan kesehatan pada anak usia dini akibat kekurangan gizi dan upaya pencegahannya. Ana'Bulava: Jurnal Pendidikan Anak, 2(2), 12-25.
Aritonang, E. A., Margawati, A., & Dieny, F. F. (2020). Analisis pengeluaran pangan, ketahanan pangan dan asupan zat gizi anak bawah dua tahun (BADUTA) sebagai faktor risiko stunting. Journal of nutrition college, 9(1), 71-80.
Handayani, S., Kapota, W. N., & Oktavianto, E. (2019). Hubungan status asi eksklusif dengan kejadian stunting pada batita usia 24-36 bulan di Desa Watugajah Kabupaten Gunungkidul. Jurnal Medika Respati, 14(4), 287-300.
Mufdlilah, M. (2017). Buku Pedoman Pemberdayaan Ibu Menyusui pada Program ASI Eksklusif (Doctoral dissertation, Universitas' Aisyiyah Yogyakarta).
Susanti, I. Y., & Hety, D. S. (2021). Dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Mojosari Kabupaten Mojokerto. Hospital Majapahit, 13(2), 116-128.
Fadlliyyah, U. R. (2019). Determinan faktor yang berpengaruh pada pemberian ASI eksklusif di Indonesia. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 15(1), 37-42.
Prakhasita, R. C. (2019). Hubungan pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja puskesmas tambak wedi surabaya (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga).
Rahman, F. D. (2018). Pengaruh Pola Pemberian Makanan Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Sumberjambe, Kasiyan, dan Puskesmas Sumberbaru Kabupaten Jember). The Indonesian Journal of Health Science, 10(1), 15-24.
Mouliza, R., & Darmawi, D. (2022). Hubungan Pola Pemberian Makan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usian 12-59 Bulan di Desa Arongan. Jurnal Biology Education, 10(1), 91-104.