Pola Makan, Status Gizi, dan Kaitannya dengan Stunting pada Anak Usia Sekolah

Main Article Content

Winasari Dewi
Yusni Ainurrahmah
Santi Rinjani

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi utama di Indonesia. Hal ini tidak hanya terjadi pada balita tetapi juga pada anak usia sekolah. Faktor pola makan dan status gizi diduga berperan penting terhadap kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan status gizi dengan kejadian stunting pada anak usia sekolah. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 51 orang anak usia sekolah. Data dikumpulkan melalui kuesioner pola makan, pengukuran antropometri untuk status gizi dan stunting, serta dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Sebagian besar responden pada penelitian ini berusia 11 tahun (47,1%) dan berjenis kelamin perempuan (56,9%). Mayoritas anak memiliki pola makan kurang baik (51%), status gizi kurang (47,1%), dan prevalensi stunting cukup tinggi (78,4%). Uji Chi-square menunjukkan bahwa pola makan tidak berhubungan signifikan dengan stunting (p=0,789), sedangkan status gizi berhubungan signifikan dengan stunting (p=0,004). Hal ini menunjukkan prevalensi stunting pada anak usia sekolah masih sangat tinggi. Status gizi terbukti berhubungan dengan stunting, sementara pola makan tidak menunjukkan hubungan bermakna. Upaya pencegahan stunting perlu difokuskan pada perbaikan status gizi sejak dini melalui pemenuhan energi dan protein yang adekuat serta intervensi gizi berkelanjutan di sekolah.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Winasari Dewi, Ainurrahmah, Y., & Rinjani, S. (2026). Pola Makan, Status Gizi, dan Kaitannya dengan Stunting pada Anak Usia Sekolah. Buletin Ilmu Kebidanan Dan Keperawatan, 5(02), 71–82. https://doi.org/10.56741/bikk.v5i02.1539
Section
Articles
Author Biographies

Winasari Dewi, Universitas Bhakti Kencana

adalah dosen di Fakultas Keperawatan, Universitas Bhakti Kencana. Ia memiliki komitmen kuat dalam pengembangan ilmu keperawatan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.  Ia aktif berkontribusi dalam publikasi ilmiah, yang berkaitan dengan keperawatan anak, khususnya stunting. Melalui kegiatan akademik dan penelitiannya, ia berupaya meningkatkan praktik keperawatan berbasis bukti serta membimbing mahasiswa untuk menjadi tenaga kesehatan profesional yang humanis dan berorientasi pada mutu layanan. (email: winasari.dewi@bku.ac.id).

Yusni Ainurrahmah, Universitas Bhakti Kencana

adalah dosen di Fakultas Keperawatan Universitas Bhakti Kencana. Ia aktif dalam pengembangan ilmu keperawatan, khususnya yang berkaitan dengan keperawatan dasar dan manajemen keperawatan, serta medikal bedah, khususnya terkait diabetes mellitus.  Melalui penelitian dan aktivitas akademiknya, ia   berkontribusi   dalam   peningkatan   praktik   keperawatan berbasis bukti dan pembentukan lingkungan kerja yang mendukung profesionalisme tenaga keperawatan.  (email: yusni.ainurrahmah@bku.ac.id).

Santi Rinjani, Universitas Bhakti Kencana

adalah dosen di Fakultas Keperawatan Universitas Bhakti Kencana. Ia aktif dalam pengembangan ilmu keperawatan, khususnya dalam keperawatan jiwa. Melalui berbagai penelitian dan aktivitas akademik, ia berkontribusi dalam pengembangan praktik keperawatan jiwa berbasis bukti, peningkatan kualitas asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan kesehatan mental, serta pembentukan lingkungan kerja yang mendukung empati, keselamatan, dan profesionalisme perawat jiwa. (email: santi.rinjani@bku.ac.id).

Received 2025-11-04
Accepted 2026-04-21
Published 2026-06-09

Plaudit

References

UNICEF, The State of the World's Children 2020: Children, Food and Nutrition. New York, NY, USA: UNICEF, 2020.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “SSGI 2024: Prevalensi stunting nasional,” Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Jakarta, Indonesia, 2025. [Online]. Available: https://kemkes.go.id/id/ssgi-2024-prevalensi-stunting-nasional-turun-menjadi-198

M. Zeinalabedini et al., “Malnutrition and its determinants among school-aged children: A systematic review and meta-analysis,” BMC Pediatrics, vol. 23, no. 1, pp. 1–12, 2023, doi: 10.1186/s12887-023-03793-1. DOI: https://doi.org/10.1186/s12887-023-04032-y

M. Kishino, A. Hida, E. A. Chadeka, M. Inoue, M. Osada-Oka, S. Matsumoto, S. M. Njenga, S. Hamano, and S. Nagi, “Association between diet quality and risk of stunting among school-aged children in Schistosoma mansoni endemic area of western Kenya: A cross-sectional study,” Tropical Medicine and Health, vol. 52, Art. no. 12, 2024, doi: 10.1186/s41182-023-00566-0. DOI: https://doi.org/10.1186/s41182-023-00566-0

World Health Organization, “Malnutrition: Key facts,” Geneva, Switzerland: WHO, 2020. [Online]. Available: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/malnutrition

F. Ernawati et al., “Micronutrients and nutrition status of school-aged children in Indonesia: A review,” International Journal of Environmental Research and Public Health, vol. 20, no. 15, Art. no. 6392, 2023, doi: 10.3390/ijerph20156392. DOI: https://doi.org/10.1155/2023/4610038

M. Munawaroh, K. H. M. Dewi, Susaldi, et al., “Hubungan paparan asap rokok, pola makan dan faktor riwayat penyakit dengan kejadian stunting di Desa Sukatani, Kecamatan Haurwangi, Cianjur,” Sentri: Jurnal Riset Ilmiah, vol. 3, no. 4, pp. 2033-2039, 2022. DOI: https://doi.org/10.55681/sentri.v3i4.2573

Centers for Disease Control and Prevention, “Growth Charts for Children,” National Center for Health Statistics, Atlanta, GA, USA, 2000. [Online]. Available: http://www.cdc.gov/growthcharts

R. J. Kuczmarski et al., 2000 CDC Growth Charts for the United States: Methods and Development, Vital and Health Statistics Series 11, no. 246. Hyattsville, MD, USA: National Center for Health Statistics, 2002.

D. P. Sari and S. Handayani, “Hubungan pola makan dengan status gizi remaja,” Jurnal Kesehatan Tambusai, vol. 3, no. 2, pp. 123–130, 2022.

I. Setiawan, “Distribusi usia dan jenis kelamin pada anak sekolah dasar di Indonesia,” Jurnal Pendidikan Dasar, vol. 11, no. 2, pp. 150–158, 2020.

S. Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta, Indonesia: Gramedia, 2019.

N. Fitriani, E. Suryani, and A. Nurdin, “Hubungan pekerjaan orang tua dengan status gizi anak sekolah dasar,” Jurnal Gizi Indonesia, vol. 9, no. 2, pp. 105–113, 2021.

O. Cumming and S. Cairncross, “Can water, sanitation and hygiene help eliminate stunting? Current evidence and policy implications,” Maternal & Child Nutrition, vol. 12, Suppl. 1, pp. 91–105, 2016, doi: 10.1111/mcn.12258. DOI: https://doi.org/10.1111/mcn.12258

Hardinsyah and M. Aries, “Pentingnya sarapan dalam menunjang tumbuh kembang anak,” Gizi dan Pangan, vol. 11, no. 1, pp. 1–10, 2016.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan RI, 2014.

E. Lestari, A. Siregar, A. K. Hidayat, and A. A. Yusuf, “Stunting and its association with education and cognitive outcomes in adulthood: A longitudinal study in Indonesia,” PLOS ONE, vol. 19, no. 5, Art. no. e0295380, 2024, doi: 10.1371/journal.pone.0295380. DOI: https://doi.org/10.1371/journal.pone.0295380

I. Rahmawati, D. N. Anisa, and A. Setiono, “Hubungan pola makan dan status gizi pada anak sekolah dasar,” Jurnal Keperawatan Indonesia, vol. 22, no. 3, pp. 180–189, 2019.

World Health Organization, Improving Nutrition Outcomes with Better Water, Sanitation and Hygiene: Practical Solutions for Policies and Programmes. Geneva, Switzerland: WHO, 2015.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Laporan Nasional Riskesdas 2021. Jakarta, Indonesia: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2021.

I. Permatasari, R. Ritanti, and T. Siregar, “Hubungan pola makan anak dan status gizi anak usia sekolah,” Jurnal Kesehatan, vol. 12, no. 1, pp. 209–213, 2023. DOI: https://doi.org/10.46815/jk.v12i1.114

W. Lestari, D. Puspitasari, and T. Nurhayati, “Frekuensi makan dan risiko stunting pada anak usia sekolah,” Media Gizi Indonesia, vol. 15, no. 2, pp. 120–128, 2020.

T. Xiong et al., “Associations between high protein intake, linear growth, and stunting in children and adolescents: A cross-sectional study,” Nutrients, vol. 15, no. 22, Art. no. 4821, 2023, doi: 10.3390/nu15224821. DOI: https://doi.org/10.3390/nu15224821

A. A. Mamun, T. Mahmudiono, R. Yudhastuti, N. T. Triatmaja, and H.-L. Chen, “Effectiveness of food-based intervention to improve the linear growth of children under five: A systematic review and meta-analysis,” Nutrients, vol. 15, no. 11, Art. no. 2430, 2023, doi: 10.3390/nu15112430. DOI: https://doi.org/10.3390/nu15112430

A. Endrinikapoulos, D. N. Afifah, M. Mexitalia, R. Andoyo, I. Hatimah, and Nuryanto, “Study of the importance of protein needs for catch-up growth in Indonesian stunted children: A narrative review,” SAGE Open Medicine, vol. 11, 2023, doi: 10.1177/20503121231165562. DOI: https://doi.org/10.1177/20503121231165562

Y. Safitri et al., “Association between nutritional status and cognitive function scores of adolescent girls in underprivileged communities,” International Journal of Adolescent Medicine and Health, 2025, doi: 10.1515/ijamh-2025-0114. DOI: https://doi.org/10.1515/ijamh-2025-0114

G. Beressa, G. T. Feyissa, M. Murimi, A. H. Muhammed, A. Abdulkadir, A. T. Jema, et al., “Nutritional status and associated factors among school-age children in Southeast Ethiopia using a Bayesian analysis approach,” Scientific Reports, vol. 15, no. 1, Art. no. 24141, 2025, doi: 10.1038/s41598-025-10743-2. DOI: https://doi.org/10.1038/s41598-025-10743-2