Penggunaan Metode Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Analisis Masalah Nasionalisme

Authors

DOI:

https://doi.org/10.56741/pbpsp.v4i01.760


Keywords:

Kemampuan analisis, Nasionalisme, Sejarah, Problem Based Learning

Abstract

Latar belakang dilakukannya penelitian ini karena rendahnya kemampuan analisis siswa kelas XI IPS 2 SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. dalam mengerjakan soal-soal Sejarah Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dengan melihat nilai siswa untuk pertanyaan berjenis analisis. Berdasarkan permasalahan di atas  peneliti menerapkan metode Problem Based Learning (PBL)  dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan analsis masalah nasionalisme pada mata pelajaran Sejarah Indonesia siwa kelas XI IPS 2 SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta tahun pelajaran 2021/2022. Jenis penelitian yang digunakan dalam peneltian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan metode Problem Based Learning (PBL), yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tahapan: perencanaan, tindakan, obeservasi dan refleksi. Instrumen pengumpulan data menggunakan fild note wawancara dan obeservasi tak terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode PBL dapat: a) meningkatkan kemampuan analisis siswa kelas XI IPS 2 SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Hal ini bisa dilihat dari hasil belajar kelompok pada siklus 1 dengan rertata hanya 2,57 (predikat sedang) kemudian menjadi 4,00 (predikat baik) di siklus yang ke 2. b) kemampuan bekerja sama dalam sebuah kelompok ikut memberikan dampak perubahan terhadap pola belajar siswa.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Rochmat Gatot Santoso, SMA Muhammadiyah I Yogyakarta

adalah seorang guru sejarah di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Lahir di Bantul pada 23 Oktober 1991, ia memiliki dedikasi tinggi dalam mengajar dan membimbing siswa untuk memahami sejarah secara kritis dan mendalam. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada tahun 2016. Sejak lulus, ia aktif mengajar sebagai guru sejarah, berupaya mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dan interaktif agar siswa lebih mudah memahami dan mengapresiasi sejarah. (email: gatot.bantul2310@gmail.com).

References

Masjudin, M. (2016). Pembelajaran kooperatif investigatif untuk meningkatkan pemahaman siswa materi barisan dan deret. JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains, 4(2), 76-84. DOI: https://doi.org/10.25273/jems.v4i2.687

Kusumawati, I. T., Soebagyo, J., & Nuriadin, I. (2022). Studi kepustakaan kemampuan berpikir kritis dengan penerapan model PBL pada pendekatan teori konstruktivisme. JURNAL MathEdu (Mathematic Education Journal), 5(1), 13-18.

Aprina, E. A., Fatmawati, E., & Suhardi, A. (2024). Penerapan model problem based learning untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis pada muatan IPA sekolah dasar. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(1), 981-990.

Arends, R., & Castle, S. (1991). Learning to teach (Vol. 2). New York: McGraw-Hill.

Maâ, S. (2018). Telaah Teoritis: Apa Itu Belajar?. HELPER: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 35(1), 31-46. DOI: https://doi.org/10.36456/helper.vol35.no1.a1458

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. Sage.

Sawaluddin, S., & Muhammad, S. (2020). Langkah-langkah dan teknik evaluasi hasil belajar Pendidikan Agama Islam. Jurnal PTK Dan Pendidikan, 6(1). DOI: https://doi.org/10.18592/ptk.v6i1.3793

Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Intrinsic and extrinsic motivations: Classic definitions and new directions. Contemporary educational psychology, 25(1), 54-67. DOI: https://doi.org/10.1006/ceps.1999.1020

Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. New York: W.H. Freeman.

Schunk, D. H. (2012). Learning theories: An educational perspective. Boston: Pearson.

Hmelo-Silver, C. E. (2004). Problem-based learning: What and how do students learn? Educational Psychology Review, 16(3), 235-266. DOI: https://doi.org/10.1023/B:EDPR.0000034022.16470.f3

Savery, J. R. (2006). Overview of problem-based learning: Definitions and distinctions. Interdisciplinary Journal of Problem-Based Learning, 1(1), 9-20. DOI: https://doi.org/10.7771/1541-5015.1002

Dewey, J. (1938). Experience and education. New York: Macmillan.

Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2009). An educational psychology success story: Social interdependence theory and cooperative learning. Educational researcher, 38(5), 365-379. DOI: https://doi.org/10.3102/0013189X09339057

Fraser, B. J. (1998). Classroom environment instruments: Development, validity and applications. Learning environments research, 1, 7-34. DOI: https://doi.org/10.1023/A:1009932514731

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Slavin, R. E. (1996). Research on cooperative learning and achievement: What we know, what we need to know. Contemporary Educational Psychology, 21(1), 43-69. DOI: https://doi.org/10.1006/ceps.1996.0004

Piaget, J. (1970). Science of education and the psychology of the child. New York: Orion Press.

Boud, D., & Feletti, G. (1997). The challenge of problem-based learning. London: Kogan Page.

Torp, L., & Sage, S. (2002). Problems as possibilities: Problem-based learning for K-16 education. Alexandria, VA: Association for Supervision and Curriculum Development.

Hmelo-Silver, C. E., & Barrows, H. S. (2008). Facilitating collaborative knowledge building. Cognition and Instruction, 26(1), 48-94. DOI: https://doi.org/10.1080/07370000701798495

Downloads

Published

2025-03-09

How to Cite

Santoso, R. G. (2025). Penggunaan Metode Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Analisis Masalah Nasionalisme. Jurnal Praktik Baik Pembelajaran Sekolah Dan Pesantren, 4(01), 10–18. https://doi.org/10.56741/pbpsp.v4i01.760

Plaudit